Beberapa Obat Ampuh Sering Dipakai Saat Anak Pilek

0

gejala pilek seperti hidung tersumbat, demam, pusing, sakit tenggorokan, serta batuk bisa membuat anak rewel dan sulit tidur. Si kecil pun juga mungkin harus absen sekolah dulu karena sakit. Berikut Obat yang sering dianjurkan untuk mengobati pilek:

1. Paracetamol

Paracetamol (acetaminophen) adalah obat untuk meredakan demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan yang menyertai pilek anak. Obat ini bisa Anda beli di apotek, toko obat, bahkan swalayan tanpa menebus resep dokter.

Dosis paracetamol biasanya disesuaikan dengan umur dan berat badan anak. Misalnya jika anak Anda berusia 4-5 tahun dengan BB sekitar 16,4-21,7 kg dosis umumnya 240 mg. Sementara jika si kecil berusia 6-8 tahun dengan BB sekitar 21,8-27,2 kg dosisnya 320 mg. Untuk anak usia 9-10 tahun dengan BB sekitar 27,3-32,6 kg takaran dosisnya adalah 400 mg.

Berikan satu dosis obat tiap 4-6 jam saat diperlukan. Jangan melebihi 5 dosis dalam 24 jam. Jika digunakan sesuai aturan pakai, paracetamol jarang menimbulkan efek samping. Namun, obat ini mungkin saja memiliki reaksi negatif ketika digunakan dengan obat-obatan lain.

Selalu baca aturan pakai yang tertera pada label kemasan. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter apabila Anda ragu mengenai cara menggunakan obat pilek ini untuk anak.

Tidak dianjurkan memberi paracetamol buat anak di bawah usia dua bulan dan yang memiliki riwayat penyakit hati dan ginjal.

2. Ibuprofen

Ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan gejala pilek seperti demam dan sakit kepala. Satu kelebihan ibuprofen yang tidak dimiliki paracetamol adalah kerjanya yang juga melawan peradangan dalam tubuh.

Dosis obat ibuprofen untuk anak pilek yang demam adalah 10 mg/kg berat badan jika usianya lebih dari 6 bulan hingga 12 tahun. Berikan satu dosis setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan. Diskusikan lebih lanjut dengan dokter untuk takaran dosis yang lebih akurat sesuai kondisi anak Anda.

Perlu diperhatikan, efek ibuprofel lebih kuat dari paracetamol, sehingga takaran sesuai anjuran dokter. Obat ini juga tidak boleh diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan atau pada anak yang muntah terus-terusan dan mengalami dehidrasi.

3. Semprotan saline

Semprotan saline dapat digunakan untuk melegakan hidung tersumbat. Semprotan saline dapat ditemukan di toko obat atau apotek terdekat tanpa resep dari dokter.

Obat pilek semprot ini mengandung larutan garam yang dapat melembapkan saluran hidung dan mengencerkan ingus. Jika ingus sudah agak encer, Anda bisa mengeluarkannya dengan alat sedot ingus yang dirancang khusus untuk anak.

Pastikan Anda teliti membaca aturan pakainya supaya tidak salah cara dan malah membuat anak tersedak. Bila perlu, Anda bisa konsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan semprotan hidung untuk si kecil.

FDA, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat yang setara BPOM RI, mengeluarkan aturan khusus bagi setiap orang yang akan menggunakan obat pilek untuk anak:

  • Obat pilek nonresep yang dijual bebas di apotek, toko obat, maupun swalayan  tidak direkomendasikan untuk anak di bawah usia 2 tahun.
  • Obat batuk resep yang mengandung kodein atau hidrokodon tidak diboleh digunakan pada anak di bawah usia 18 tahun. Kodein dan hidrokodon adalah obat golongan opioid memiliki potensi efek samping serius buat anak.
  • Hindari menggunakan obat pilek yang mengandung banyak kombinasi zat karena mungkin ada kandungan tertentu yang tidak aman dikonsumsi anak. Selain itu, terlalu banyak variasi zat obat yang terkandung dalam satu dosis dapat meningkatkan risiko efek samping dan overdosis.
  • Setiap orangtua wajib teliti membaca aturan pakai obat pilek, terutama untuk obat tanpa resep.
  • Obat pilek orang dewasa berbeda dengan anak-anak. Pilihlah obat pilek yang ditandai khusus untuk bayi atau anak-anak.
  • Selalu gunakan sendok obat yang tersedia dalam paket obat. Takaran sendok dapur sangat berbeda dengan standar sendok takar obat.
  • Obat herbal tidak selalu aman untuk menyembuhkan pilek anak. Sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan obat-obatan herbal.
  • Segera konsultasi ke dokter apabila kondisi si kecil tidak membaik atau malah semakin memburuk meski sudah minum obat.

Disamping Pemakaian Obat-obatan, bisa juga mengunakan cara lain mengobati batuk pilek seperti:

Minum madu

Minum madu dapat menyembuhkan batuk berdahak dan sakit tenggorokan yang biasa menyertai gejala pilek. Anda bisa berikan satu sendok teh madu untuk anak minum, atau larutkan madu dalam teh atau air hangat.

jangan berikan madu buat anak di bawah usia 1 tahun. Madu dapat meningkatkan risiko penyakit botulisme pada bayi. Jadi, berhati-hatilah jika ingin menggunakan madu sebagai obat pilek untuk anak.

Minum air putih

Selama anak pilek, pastikan ia cukup minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Selain menghalau dehidrasi, banyak minum air putih bisa membantu mengencerkan ingus dan dahak anak sehingga ia bisa bernapas lebih lega. Jika si kecil tak suka minum air putih, Anda bisa menyiasatinya dengan membuat teh hangat, wedang jahe, air lemon, dan lain sebagainya.

jangan berikan soda, sirup, atau minuman kemasan yang mengandung banyak gula.

Pakai Pelembap Udara

Jika anak sedang sakit, usahakan jangan setel AC dulu di kamarnya sampai ia benar-benar baikan. Dinginnya kamar ber-AC bisa memperparah gejala pilek yang dialami si kecil. AC juga membuat udara dalam kamar makin kering.

Gantinya, Anda bisa setel alat pelembap udara (humidifier) dan tambahkan beberapa tetes minyak esensial peppermint atau lemon agar anak bernapas lebih lega.

Mandi air hangat

Jika sudah minum obat, Anda bisa bujuk anak yang pilek berendam air hangat sebelum tidur. Selain untuk meredakan demam, anak bisa menghirup uap air hangat untuk mengencerkan lendir dalam tenggorokan dan hidungnya. Setelah selesai mandi, si kecil pun bisa bernapas lebih lega.

Jika anak Anda sudah berusia di atas 6 tahun, Anda bisa memintanya untuk menghirup uap air panas yang ditampung dalam sebuah baskom.

 

Sekian Terima Kasih

Share.

About Author

Leave A Reply