Apa Berbeda Kebutuhan Gizi Ibu Saat Hamil dan Ibu Saat Menyusui? Simak!

0

Kecukupan zat gizi berperan sangat penting, baik bagi ibu hamil maupun ibu menyusui. Tanpa asupan gizi yang cukup, perkembangan janin bisa terhambat dan mengalami gangguan kesehatan lain yang berdampak bagi masa depannya.

Sementara itu, gizi bayi baru lahir hingga 6 bulan pertama bergantung sepenuhnya pada ASI yang diberikan.

Dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, ibu menyusui tak hanya menghasilkan ASI yang berkualitas tapi juga meningkatkan produksi ASI.

Berikut adalah perbandingan kebutuhan gizi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil dan ibu menyusui:

Vitamin

Sama seperti nutrisi lainnya, ibu hamil juga membutuhkan vitamin. Berikut adalah kebutuhan vitamin harian bagi ibu hamil dan ibu menyusui:

  • Vitamin A: sebanyak 900 IU selama trimester pertama dan kedua, lalu bertambah menjadi 950 IU selama trimester ketiga hingga menyusui.
  • Vitamin B6: sebanyak 1,6 miligram selama hamil serta 1,7 miligram selama menyusui.
  • Vitamin B12: sebanyak 2,6 mikrogram selama hamil serta 2,8 gram selama menyusui.
  • Vitamin D: sebanyak 15 mikrogram selama hamil dan menyusui.
  • Vitamin C: sebanyak 85 miligram selama hamil serta 100 miligram selama menyusui

Zat Besi

Zat besi merupakan salah satu kebutuhan gizi yang meningkat jauh selama ibu dalam kondisi hamil dan menyusui.

Zat gizi ini berperan penting untuk menyuplai darah ke janin serta mencegah anemia selama kehamilan hingga laktasi.

Selama trimester pertama dan kedua, kebutuhan zat besi meningkat menjadi 27-35 miligram. Pada trimester akhir, kebutuhan zat besi bertambah hingga 39 miligram setiap hari.

Kebutuhan zat besi baru menurun menjadi 32 miligram setelah 6 bulan pertama menyusui.

Untuk memenuhinya, ibu hamil dan ibu menyusui dapat mengonsumsi daging merah, ayam, kacang polong, serta produk yang telah diperkaya zat besi.

Protein

Protein sangat diperlukan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan janin. Zat gizi ini juga berperan penting untuk membantu perkembangan jaringan payudara dan rahim selama kehamilan, serta meningkatkan suplai darah dari ibu ke janin.

Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan protein sebesar 75-100 gram setiap harinya. Jumlah ini tidak berbeda dengan kebutuhan protein yang juga harus dipenuhi ibu menyusui.

Sumber protein dapat berupa daging sapi, ayam, ikan, tahu, tempe, telur, serta kacang-kacangan.

Karbohidrat

Kebutuhan gizi berupa karbohidrat juga meningkat pada ibu hamil dan menyusui. Nutrisi yang satu ini mampu memberikan energi bagi ibu selama masa perkembangan janin, persalinan, hingga bayi lahir dan mulai menyusu.

Ibu hamil membutuhkan asupan karbohidrat sebanyak 330-350 gram setiap hari. Selama 6 bulan pertama ASI eksklusif, ibu menyusui juga harus mencukupi kebutuhan karbohidrat sebanyak 350-360 gram setiap hari. Jumlah ini sedikit lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan nutrisi ibu hamil. Bahan makanan kaya karbohidrat yang disarankan bagi ibu hamil dan menyusui di antaranya gandum, beras merah, buah-buahan, umbi-umbian, dan kacang kaya serat.

Kalsium

Selain menjaga kesehatan tulang dan gigi, kalsium juga penting bagi fungsi sistem peredaran darah, otot, serta saraf. Jika asupan kalsium tidak memadai, janin akan mengambil kalsium dari tubuh ibu sehingga ibu berpotensi mengalami kekurangan kalsium.

Kebutuhan kalsium bagi ibu hamil berkisar antara 1.100-1.300 miligram dalam sehari. Angka kebutuhan ini sama dengan ibu menyusui. Ibu dapat memperoleh kalsium dari susu, keju, yogurt, serta produk makanan dan minuman yang telah diperkaya kalsium.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Secara umum, ibu menyusui mengalami peningkatan kebutuhan gizi  yang lebih besar dibandingkan ibu hamil. Meski demikian, selisih antara keduanya tidak begitu besar.

Baik hamil maupun menyusui, yang terpenting adalah tetap memenuhi kebutuhan gizi selama periode emas tumbuh kembang anak.

Share.

About Author

Leave A Reply