Abortus Imminens, Ancaman Keguguran yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil Muda

0

Abortus imminens adalah istilah yang menggambarkan tanda dan gejala peringatan keguguran. Kata “Abortus” berarti keluarnya fetus secara tiba-tiba sebelum ia dapat bertahan hidup sendiri di luar kandungan, sementara “imminens” berasal dari kata imminent yang artinya “sebentar lagi” atau “dalam waktu dekat”.

Kondisi ini utamanya ditandai dengan kemunculan flek kecokelatan (kadang ada gumpalan darah) dari vagina ketika usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Kadang juga disertai nyeri di sekitar perut dan punggung bawah akibat kontraksi rahim, padahal belum terjadi pelebaran leher rahim.

Dalam dunia medis, abortus imminens juga dikenal dengan sebutan threatened miscarriage atau ancaman keguguran. Dikatakan sebagai ancaman karena keluarnya flek darah pada trimester awal adalah salah satu tanda keguguran yang biasanya muncul paling pertama.

Sekitar 20-30 persen ibu hamil bisa mengalami komplikasi ini dalam 20 minggu pertama kehamilan.

Penyebab pastinya masih belum diketahui secara jelas. Namun, komplikasi kehamilan muda ini terkait dengan risiko keguguran. Ada berbagai hal yang menyebabkan perempuan rentan keguguran. Mulai dari:

  • Kelainan kromosom. Sekitar 60-70 persen penyebab keguguran berasal dari kelainan kromosom pada janin atau embrio.
  • Masalah plasenta.
  • Infeksi virus dan bakteri selama kehamilan
  • Mengalami trauma atau benturan keras di sekitaran perut
  • Kehamilan usia tua (di atas 35 tahun)
  • Terpapar zat kimia berbahaya atau obat-obatan tertentu
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Dalam kasus tertentu, wanita yang mengalami obesitas dan memiliki riwayat penyakit diabetes sebelum kehamilan juga berisiko tinggi mengalami kondisi ini.

Bagaimana cara mengatasi abortus imminens?

Bagi beberapa wanita, abortus imminens adalah penegalaman yang sangat menakutkan. Apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama Anda.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami perdarahan dan nyeri perut yang tidak biasa pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya Anda segera konsultasi ke dokter. Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan medis, maka dampaknya pun akan semakin baik untuk Anda dan janin.

Dokter Anda mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan pengobatan yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda. Selain memeriksa kondisi dan riwayat kesehatan Anda, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Berikut beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis abortinus imminens.

1. Pemeriksaan panggul

Selama pemeriksaan panggul, dokter akan memeriksa organ reproduksi Anda, termasuk vagina, leher rahim, dan rahim Anda. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari sumber perdarahan serta memeriksa kantung ketuban. Biasanya dokter hanya memerlukan beberapa menit saja untuk melakukan pemeriksaan satu ini.

2. USG transvaginal

Dokter akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal untuk mendeteksi perdarahan abnormal, memantau detak jantung, dan perkembangan janin di dalam rahim Anda.

USG transvaginal lebih direkomendasikan ketimbang skrining USG abdominal karena bisa mendapatkan akses yang lebih dekat dengan organ-organ yang diperiksa. Alhasil, gambar yang dihasilkan pun akan tampak lebih jelas dan akurat.

3. Tes darah

Tes darah, mungkin juga dapat dilakukan dokter untuk memeriksa kadar hormon HCG dan progesteron. HCG sendiri merupakan hormon yang diproduksi tubuh selama kehamilan. Sementara progesteron adalah hormon yang menjaga kehamilan dan mendukung tumbuh kembang kehamilan. Jika kedua hormon tersebut tidak normal, itu artinya ada masalah kesehatan yang dialami oleh ibu hamil.

Setelah Anda melakukan serangkaian pemeriksaan yang sudah disebutkan di atas, barulah dokter bisa menentukan pengobatan. Salah satu pengobatan yang paling umum dianjurkan dokter bagi ibu hamil yang mengalami abortus imminens adalah istirahat total, alias bed rest.

Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak berhubungan seksual sementara waktu sampai kondisi Anda membaik. Suntik progesteron untuk meningkatkan kadar hormon juga bisa dilakukan dokter.

Share.

About Author

Leave A Reply