Apa Bisa Hamil Dengan 1 Ginjal?

0

Sebenarnya banyak orang yang hidup dengan kondisi ini tidak mengalami banyak keluhan dan tetap memiliki angka harapan hidup yang sama dengan orang lain. Meski demikian, Anda yang sedang merencanakan kehamilan mungkin perlu mempertimbangkan persiapan yang lebih matang.

Secara umum terdapat tiga kondisi terkait fungsi ginjal yang perlu dipertimbangkan oleh calon ibu hamil.

1. Tekanan darah tinggi

Meskipun tidak hidup dengan satu ginjal yang bermasalah, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol justru dapat berujung pada preeklampsia-eklampsia yang membahayakan kehamilan. Keduanya dapat mengakibatkan gangguan perkembangan janin, bahkan kelahiran prematur.

2. Penyakit ginjal ringan

Penyakit ginjal yang ringan biasanya tidak akan menimbulkan dampak apa pun pada kehamilan. Begitu pula bila Anda memiliki tekanan darah yang normal serta hanya ada sedikit protein pada urine. Namun, Anda tidak sepenuhnya terbebas dari risiko gangguan kesehatan lain. Jadi, tetaplah berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai kehamilan.

3. Penurunan fungsi ginjal

Bila Anda mengalami penurunan fungsi ginjal kurang dari 50% dengan jumlah kreatinin 150 mikromol per liter, maka kehamilan biasanya dapat berjalan dengan baik. Akan tetapi, Anda perlu lebih berhati-hati bila mengalami fungsi ginjal yang lebih parah. Pasalnya, risiko mengalami tekanan darah tinggi dan kelahiran prematur menjadi lebih tinggi.

Kehamilan sebaiknya dimulai saat penyakit ginjal belum memasuki stadium yang parah. Bila Anda telah mengalami gagal ginjal atau perlu melakukan dialisis (cuci darah), maka kehamilan sebaiknya ditunda hingga Anda mendapatkan donor ginjal.

Apakah wanita yang hidup dengan satu ginjal tetap bisa hamil?

Anda perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum memulai kehamilan dengan satu ginjal. Dibandingkan orang yang memiliki dua ginjal, wanita yang hidup dengan satu ginjal lebih berisiko mengalami masalah kehamilan dan perkembangan janin terkait hipertensi gestasional, preeklampsia, dan eklampsia. Temuan ini dimuat dalam sebuah penelitian mengenai kehamilan pada pasien dengan satu ginjal pada tahun 2017.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa selama kehamilan, aliran darah menuju ginjal dan laju penyaringan darah akan meningkat. Hal ini tidak berdampak pada wanita dengan fungsi ginjal normal. Namun, beban kerja ginjal akan menjadi lebih berat pada wanita yang hanya memiliki satu ginjal sehingga disinyalir dapat menurunkan fungsinya.

Di sisi lain, penelitian lain yang dilakukan pada sejumlah wanita pendonor ginjal menemukan bahwa kehamilan dengan satu ginjal relatif aman kendati risiko preeklampsia tetap ada. Proses persalinan pun dapat berjalan secara normal bila tidak terdapat kondisi yang mengkhawatirkan.

Inilah sebabnya proses konsultasi dan diskusi dengan dokter kandungan amat penting bagi wanita yang hidup dengan satu ginjal. Dengan pengawasan yang menyeluruh terhadap kesehatan calon ibu, kehamilan dapat menjadi proses aman dan menenangkan.

Share.

About Author

Leave A Reply