Waspadai Bahaya Hipertensi Saat Masa Hamil

0

Hipertensi pada masa kehamilan merupakan masalah kesehatan paling banyak dialami. Walapun terlihat umum, namun perlu untuk diwaspadai. Hal ini jika disepelekan akan berakibat fatal bagi perkembangan janin dan ibu.

Masalah hipertensi dapat terjadi 10% dalam seluruh kasus kehamilan tapi tergolong masalah yang sering terjadi dibandingkan dengan masalah-masalah lain yang dialami.

berikut jenis-jenis hipertensi pada ibu hamil:

  1. Hipertensi kronis yang sudah ada sejak sebelum hamil atau baru terdiagnosis pada usia kehamilan sebelum 20 minggu.
  2. Preeklampsia-eklampsia, yaitu komplikasi kehamilan yang terjadi saat kehamilan memasuki usia 24 minggu ke atas. Jenis hipertensi ini dapat muncul tanpa riwayat sebelumnya.
  3. Hipertensi kronis dengan superimposed preeclampsia, yaitu kondisi ketika seorang ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi kronis sebelumnya juga mengalami preeklampsia.
  4. Hipertensi gestasional atau hipertensi yang hanya terjadi selama masa kehamilan. Tekanan darah kemudian akan turun kembali usai persalinan.

Tentunya bila terjadi hal demikian akan menimbulkan dampak yang buruk. Bila tekanan darah yang tidak terstabil pada masa kehamilan menyebabkan gangguan pada perkembangan janin. Semakin tinggi tekanan darah dan semakin lama ibu mengalaminya, maka komplikasi pada janin akan semakin parah. Salah satu dampaknya yang paling berbahaya adalah meningkatnya kemungkinan keguguran pada trimester awal bahkan stillbirth  (kematian janin mendadak). Namun jika kehamilan berlanjut, maka dampaknya tumbuh kembang pada janin akan terhambat dan gagal. Kemudian juga dapat berimbas pada gangguan kognitif anak yang lahir.

Hipertensi pada ibu hamil umumnya tidak menyebabkan kesulitan untuk kehamilan berikutnya. Namun, risiko hipertensi tetap ada saat Anda mengalami kehamilan kedua dan selanjutnya. Terlebih jika Anda memiliki penyakit kronis seperti diabetes.

Pencegahan

Tentunya bagi ibu tidak ingin kan hal ini terjadi. Maka dari itu jaga gaya hidup dan pola makan  dan dilakukan jauh-jauh hari sebelum merencanakan kehamilan, seperti berikut:

  • Menjaga berat badan ideal sebelum hamil sehingga tidak terlalu kurus ataupun terlalu gemuk.
  • Aktif bergerak dan berolahraga guna mencegah kenaikan berat badan yang tidak terkendali.
  • Menyesuaikan kenaikan berat badan saat hamil dengan indeks massa tubuh Anda sebelum hamil. Artinya, kenaikan berat badan tidak boleh berlebihan jika sebelumnya indeks massa tubuh Anda sudah berlebih, serta tidak boleh kurang jika tubuh Anda tergolong kurus.
  • Tidak mengikuti anjuran makan yang menyesatkan, misalnya memperbanyak makanan manis agar janin lekas bertumbuh besar atau makan dengan dua porsi untuk memenuhi kebutuhan janin.

Peran suami juga penting dalam mengatur pola makan dan gaya hidup istri mencegah hipertensi apalagi saat ngidam. Selain mengonsumsi makanan sehat dan  bergizi seimbang, suami pun harus ikut andil mengajak istri untuk lebih aktif bergerak dan olahraga.

Share.

About Author

Leave A Reply