Bahaya Limfoma, Kanker yang Menyerang Anak!

0

Limfoma merupakan salah satu bentuk kanker yang berkembang dalam sistem limfatik, bagian dari tubuh yang bertanggung jawab untuk menangkal infeksi (sistem kekebalan tubuh). Sistem limfatik manusia terdiri dari jaringan kelenjar dan pembuluh yang mengangkut cairan bening yang berisi sel-sel darah putih untuk melawan infeksi (limfosit). Limfoma terjadi ketika limfosit mulai tumbuh dan berkembang biak tidak terkendali. Sel abnormal tersebut dapat menyebabkan jaringan limfa seseorang membesar dan menyebarkan sel kanker ke area tubuh bagian lain melalui limfosit yang terinfeksi. Limfoma merupakan satu dari tiga jenis kanker yang sering menyerang anak-anak selain leukimia dan tumor otak.

Ada dua jenis tipe dari limfoma, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Kedua tipe limfoma dibedakan dari bentuk kelenjar getah bening yang terinfeksi (dilihat pada mikroskop), jenis sel yang terserang, dan berbagai faktor lainnya.

Limfoma Hodgkin
Juga dikenal dengan penyakit Hodgkin, penyakit ini sering menyerang anak-anak berusia 15 tahun maupun di atasnya. Anak-anak dengan penyakit ini biasanya memiliki sel-sel abnormal yang disebut sel Reed-Strenberg dalam kanker kelenjar getah bening mereka. Sel-sel ini dapat berkembang dari jenis limfosit yang dikenal sebagai sel B.

Subtipe yang lebih umum dari limfoma Hodgkin pada anak-anak dan orang dewasa termasuk juga:
Nodular sclerosis (NS) – Kelenjar getah bening yang mengandung jaringan parut (sklerosis), limfosit yang normal dan abnormal, dan sel Reed-Sternberg. Subtipe ini mempengaruhi 70 persen dari anak-anak yang memiliki limfoma hodgkin.

Mixed cellularity (MC) – Kelenjar getah bening mengandung sel-sel imun inflamasi dan sel Reed-Sternberg. Bentuk ini sering didiagnosis pada anak berusia 10 tahun.

Limfosit predominance (LP) – Limfosit abnormal dan Reed-Sternberg terkonsentrasi di dalam kanker kelenjar getah bening. subtipe ini juga sering ditemukan pada anak-anak usia muda.

Sampai sekarang belum diketahui pasti apa penyebab limfoma Hodgkin. Namun, virus Epstein-Barr (EBV), yang terlibat dalam mononucleosis, tampaknya berperan dalam pengembangan limfoma Hodgkin di hampir setengah dari anak-anak yang terkena penyakit ini.

Limfoma Non-Hodgkin

Lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, kebanyakan limfoma non-Hodgkin sangat agresif dan cepat tumbuh. Berdasarkan dari perilaku tumor ini, subtipe limfoma non-Hodgkin yang berkembang pada anak-anak berbeda dari yang berkembang pada orang dewasa.

Gejala limfoma
Gejala yang paling umum dari limfoma adalah pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan, yang biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Gejala lain yang sering ditimbulkan penyakit ini meliputi:
– Demam yang tidak jelas.
– Berkeringat berat di malam hari.
– Kehilangan nafsu makan atau berat badan secara tiba-tiba.
– Batuk atau kesulitan bernapas.

Mengobati limfoma
Pengobatan yang biasa dilakukan pada limfoma, baik itu Hodgkin atau non-Hodgkin adalah kemoterapi. Perawatan akan disesuaikan dengan jenis dan stadium limfoma itu sendiri. Pengobatan akan dilakukan secara intens dan menyebabkan efek samping yang serius, sehingga sangat penting untuk para orang tua memberikan yang terbaik dan selalu berada disisi anak-anak mereka selama masa pengobatan. Meski dalam tahap uji klinis, penggunaan transplantasi stem cell telah ditemukan untuk mengobati informa pada remaja.

Mencegah kesalahan diagnosis limfoma
Pembengkakan  kelenjar getah bening tidak selalu berarti limfoma. Pembesaran kelenjar getah bening pada anak-anak dengan limfoma tidak menyerupai kelenjar bengkak yang terjadi pada anak yang mengalami infeksi tenggorokan yang melibatkan kelnjar getah bening.

Jika kelenjar getah bening pada anak Anda tiba-tiba membesar dan terjadi dalam jangka waktu yang lama, segera konsultasi dengan dokter anak. Mereka mungkin diresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi sebelum melakukan evaluasi yang lebih luas, tetapi jika kelenjar getah bening membesar dan tetap terus tumbuh, tindakan lebih lanjut sangat diperlukan.

Dokter mungkin perlu untuk mengangkat sel kelenjar getah bening atau jaringan untuk memeriksa tanda-tanda atau kondisi yang lebih serius, seperti limfoma. Hal ini dapat dicapai dengan menghapus sel-sel melalui prosedur aspirasi jarum halus di bawah anestesi lokal, yang dapat menuju pada diagnosis limfoma. Jika diagnosis tidak diperoleh dengan menggunakan metode ini, ahli bedah dapat melakukan prosedur biopsi yang lebih luas untuk menghilangkan jaringan kelenjar getah bening.

artikel asli https://www.1health.id/id/article/category/ibu-dan-anak

Share.

About Author

Leave A Reply